Monday, 12 March 2012

Golongan Yang Sedikit

Sudahkah kita bersyukur pada hari ini atas nikmat yang telah dikurniakan oleh yang Maha Kurnia?


Saat mencelikkan mata dari tidurmu, adakah seuntai kata pujian untuk diucapkan kepada Tuhan yang menggenggam setiap nyawa? Apabila kau menghirup nafas pertama di hari yang baru, adakah kau bersyukur dengan nikmat itu? Tuhan memberimu kesempatan untuk bertaubat. Tahukah kamu hidup ini hanya antara dua nafas? Baik sedutan ataupun hembusan, kita boleh saja mati antara dua reaksi fizikal itu.


Wahai Tuhan, di sini jiwaku menyedari, nikmat daripadaMu tidak mungkin dapat dihitung.


Apakah sesuatu yang datangnya bukan dari Allah? Adakah benda yang kamu dapati itu, bukan kurniaan Tuhan? Semua yang kita miliki dari permulaan hingga kini, semuanya pemberian daripada Tuhan. Wahai diri, kau patut mensyukuri nikmat ini.

-------------------------------------------------------------------
Akan tetapi, amat sedikit antara hambaMu yang berterima kasih. Pada suatu masa dahulu, hidup seorang hamba Allah. Suatu hari dia bermimpi dibawa oleh dua malaikat ke langit. Tiba di suatu tempat, terlihatlah olehnya ramai malaikat sedang bekerja dan semua malaikat di situ kelihatan sibuk.


Lalu dia bertanya kepada malaikat yang membawanya ke situ, "Tempat apakah ini?". Malaikat itu menjawab,"Ini adalah tempat pengumpulan doa-doa hamba Allah". Kemudian dia dibawa pula ke tempat kedua. Di situ situasinya sama seperti di tempat pertama. Semua malaikat kelihatan sibuk.


Dia pun bertanya lagi, "Tempat apa pula ini?". Jawab malaikat, "Ini adalah tempat pengumpulan doa-doa hamba Allah yang dimakbulkan". Seterusnya dia dibawa ke tempat ketiga. Di situ hanya kelihatan satu malaiakt sahaja sedang bertugas dan malaikat itu bagaikan seperti bekerja dalam keadaan yang sangat relaks.


Lalu dia bertanya, "Ini tempat apa, tempat ini tidak sesibuk tempat yang pertama dan kedua tadi". Malaikat itu berkata, "Ini adalah tempat pengumpulan kesyukuran-kesyukuran hamba Allah".
Subhanallah.. adakah kita termasuk dalam kalangan hambaNya yang bersyukur?


" Wahai Tuhanku, ilhamkanlah daku supaya tetap bersyukur akan nikmatMu yang Engkau kurniakan kepadaku dan kepada ibu bapaku, dan supaya aku tetap mengerjakan amal soleh yang Engkau redai; dan masukkanlah daku - dengan limpah rahmatMu - dalam kumpulan hamba-hambaMu yang soleh".

Apa Yang Mendorongku Untuk Berdakwah


1) “Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu..” (QS. An-Nahl 16: 89)

KEWAJIPAN BERDAKWAH

2) Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.(QS. AN Nahl 16:125) 


3) “Sampaikanlah daripadaku walaupun hanya satu ayat.” (HR. Ahmad, Bukhari, dan Tarmidzi)

4)  “ Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah…” (Ali Imran 3:110)(pasti akan tersentuh hati setiap kamu apabila terbaca ayat ni kalau kamu org yg berakal)

5) “Hendaklah kalian benar-benar menyuruh perbuatan yang ma’ruf dan benar-benar melarang perbuatan yang mungkar, atau (bila tidak kalian lakukan) Allah akan menjadikan orang-orang jahat di antara kalian berkuasa atas kalian semua (yang akibatnya banyak sekali kejahatan dan kemungkaran diperbuatnya) lalu orang-orang yang baik di antara kalian berdoa (agar kejahatan dan kemungkaran itu hilang) maka doa mereka (orang-orang baik itu) tidak diterima” (HR. Al Bazzar dan At Thabrani). (so... ada saper2 nak halang org yg nak berdakwah ?.. )


6) Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”(Yusuf 12:108)

7) Barangsiapa di antara kamu melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya, jika ia tidak mampu cegahlah dengan lisannya, dan apabila tidak mampu maka dengan hatinya.  Yang demikian itu adalah selemah-lemah iman. (HR Imam Muslim) 

8) Dari Anas r.a, kami para sahabat r.a bertanya: “Ya Rasullullah s.a.w, kami tidak akan menyuruh orang untuk berbuat baik sebelum kami sendiri mengamalkan semua kebaikan dan menjauhi semua kemungkaran.” Maka Nabi s.a.w bersabda: “ Tidak, bahkan serulah orang untuk berbuat baik, meskipun kalian belum mengamalkan semuanya. Dan cegahlah kemungkaran, meskipun kalian belum menghindari semuanya.” (HR. Thabrani)


GANJARAN BERDAKWAH (dengan ikhlas)

8) “ Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (Ali Imran 3:104)

9)”Barang siapa yang menunjukkan pada suatu kebaikan, maka baginya seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR Ahmad, Muslim, Abu Daud, dan Tarmidzi) 

10) "Barangsiapa yang menyeru/mengajak (orang lain) kepada petunjuk maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala-pahala dari orang-orang yang mengikutinya, yang hal itu tidak mengurangi pahala-pahala mereka sedikit pun, dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan maka dia akan mendapat dosa seperti dosa-dosa dari orang-orang yang mengikutinya, yang hal itu tidak mengurangi dosa-dosa mereka sedikit pun." (HR. Muslim no.2674)

11) "Barangsiapa yang melakukan kebaikan seberat zarah pun, nescaya dia akan melihat (balasan)nya.Dan barangsiapa yang melakukan kejahatan seberat zarah pun, nescaya dia akan melihat (balasan)nya."( QS. Az-Zalzalah : 7-8 ) 

12) “Bahawasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakan; Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan; Kemudian dia akan diberi balasan yang paling sempurna. (53 : 39-41)


INSPIRASI DAN PENDORONG

13) Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.(QS. At Taubah 33)

14) “Demi Allah, wahai pakcikku, seandainya mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku agar aku menghentikan seruan dari Tuhanku…ketahuilah pakcik. Aku tidak akan meninggalkannya hingga tiba saat Allah memenangkan agamanya atau aku binasa kerananya”.(Rasulullah) (setiap yang mendengar ayat ini seharusnya tersentuh)

15) Sesungguhnya telah ada pada Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.(QS. Al Ahzab 21)

16) Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah (QS. Fushilat 33)

17) “Ucapkanlah tiada Tuhan kecuali Allah, nescaya kalian menang! (Rasulullah)

18) Ini adalah orang yang dicintai Allah. Ini adalah wali Allah. Ini adalah pilihan atau teman sejati Allah. Ini adalah pilihan Allah. Ini adalah penduduk bumi yang paling dicintai Allah. Allah menjawab seruannya dan dia menyeru manusia kepada apa yang dijawab (diterima) Allah dari dakwahnya dan beramal soleh dalam menjawab seruan Allah dan mengatakan aku termasuk orang muslim. Ini adalah wakil Allah.Dengan demikian jelaslah betapa mulianya kedudukan seorang dai. Dan betapa seorang dai yang memiliki integritas antara ucapan dan perbuatannya merupakan orang-orang pilihan (Imam Hasan al-Basri)

19) "sesungguhnya aku menasihatimu bukanlah bererti aku lah yang terbaik dalam kalangan kamu. Bukan jua yang paling soleh dalam kalangan kamu, kerana aku juga pernah melampaui batas untuk diri sendiri. Seandainya seseorang itu dapat menyampaikan dakwah apabila dia sempurna, nescaya tidak ada pendakwah.Maka jadi sikitlah orang yang memberi peringatan" (Imam Hasan Al-Basri)

20) Ketahuilah bahawa dakwah ini akan terus dijalankan sampai orang-orang berjalan dari San’a ke Hadramaut dengan aman, dan serigala duduk-duduk di pinggir(tanpa memberikan gangguan)”.(Rasulullah)


PERINGATAN

21)“Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan. Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (ash-Shaff:2-3)(bila memikirkan ayat ni, rasa gerun juga) (ini pendorong juga, pendorong untuk kita berdakwah dengan diri sendiri) 

Ujian Iman Untuk Penyembah Jesus

Semak lima mukjizat orang yang percaya pada ketuhanan Jesus ini:

Mark 16 : 17 - 18 :

17) Tanda2 ini akan menyertai orang2 yang percaya: mereka akan mengusir syaitan2 demi namaKu, mereka akan berbicara dalam bahasa2 yang baru bagi mereka. 18) mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.

Menurut ucapan Jesus dalam Alkitab, tanda2 yang menyertai orang percaya (beriman) ada lima mukjizat, antara lain :

1) Dapat menghalau syaitan.......
2) Dapat berbicara dalam bahasa2 yang baru (asing) yang tidak dikenal......
3) Tidak akan celaka bila memegang ular yang mematikan (berbisa).........
4) Tidak akan mendapat celaka, sekalipun minum racun maut yang mematikan.......
5) Mampu menyembuhkan orang sakit hanya dengan meletakkan tangan di atas org yang sakit......

Inilah petanda keimanan orang Kristen dalam Alkitab .
Dengan adanya petanda orang yang beriman tersebut, maka pertanyaan untuk orang2 Kristian...:

a) Adakah orang Kristian yang berani membuktikan imannya dengan minum racun.........???
b) Adakah orang Kristian yang berani membuktikan imannya dengan memegang ular berbisa.......???
c) Adakah orang Kristian yang boleh berbahasa asing tanpa belajar, kuliah, atau kursus bahasa......???
d) Adakah orang Kristian, lebih-lebih lagi seorang pendeta, yang menyembuhkan jemaahnya hanya dengan meletakkan tangan.......???

Jika mereka dapat sembuhkan pesakit dengan letak tangan, seharusnya klinik Kristian ditutup ja....! ^_^

Jika orang Kristian tidak ada yang mampu membuktikan kelima-lima mukjizat iman seperti jaminan Alkitab....., maka bererti keimanan mereka patut diragukan !!

Jika semua orang Kristian tidak dapat melakukan mukjizat sebagaimana janji Alkitab, maka yang patut dipertanyakan adalah Alkitab !!


Sumber : 1) perdebatan dr zakir naik dgn dr william campbell, April 2004            
              2) perjanjian baru 

Sunday, 4 March 2012

Kata Aku dan Kami dalam Al Quran


Seringkali dalam perdebatan muncul syubhat tentang al-Quran, kenapa kadang2 Allah memakai kata Aku (tunggal) dan kadang kadang memakai kata Kami (jamak), hal ini selalu digunakan oleh kaum nasrani dan kaum kufar lainnya untuk menyerang dan menyebarkan syubhat (kekeliruan), serta keraguan atas kebenaran Kitabullah pada kaum muslimin, lalu…. sebenarnya bagaimanakah jawapan atas syubhat tersebut ? berikut adalah jawapan daripada Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rahimahullahu taala- :

……………….. salah satu sebab turunnya ayat tersebut adalah perdebatan orang-orang nasrani mengenai yang kabur bagi mereka. Seperti FirmanNya أنا (Ana = Aku) dan نحن (Nahnu = Kami).
Para Ulama mengetahui bahwa makna نحن (Nahnu = Kami) di sini adalah salah satu yang diagungkan dan memiliki pembantu-pembantu. Dia tidak memaksudkannya dengan makna tiga illah. Takwil kata ini yang merupakan penafsiran yang sebenarnya, hanya diketahui oleh orang-orang yang mantap keilmuannya, yang dapat membezakan antara siapa yang dimaksud dalam kata إِيَّا (iyya = hanya kepada) dan siapa yang dimaksud dengan kata إِنَّ (inna = sesungguhnya kami ), sebabnya ialah ikut sertanya para malaikat dalam tugas yang mereka diutus untuk menyampaikannya, kerana mereka ialah para utusanNya.
Adapun berkenaan dengan satu-satunya illah yang berhak diibadahi, maka berlaku bagi-Nya saja. Kerana itu Allah Taala tidak pernah berfirman فإىّن فعبد faiyyana fa’budu = hanya kepada kami, maka beribadahlah).

Setiap kali memerintahkan ibadah, takwa, takut dan tawakal, Dia menyebut diri Nya sendiri dengan nama khususNya. Adapun bila menyebut perbuatan-perbuatan yang dia mengutus para malaikat untuk melakukannya maka Dia berfirman :

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا
sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata (Al Fath : 1)

dan…

فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ
Apabila Kami telah selesai membacakannya, maka ikutilah bacaanya itu (Al Qiyamah : 18)
dan ayat ayat semisalnya...

Ini, meskipun hakikat makna yang dikandungnya yaitu para malaikat, sifat-sifat mereka dan cara cara Rabb mengutus mereka, tidak dapat diketahui kecuali oleh Allah ta’ala .

Sekali lagi, kerana ‘KAMI’ di sini bukan bentuk jamak ber-angka melainkan jamak majesti, menunjukkan sifat keagungan atau kebesaran, sama sekali tidak menunjukkan jumlah, maka seperti yang saya sudah katakan sebelumnya dilihat dari: Makna harfiah ‘KAMI’ dalam bahasa Melayu umum adalah jamak berangka, ertinya lebih dari satu; sedangkan penggunaan kata ganti yang tepat untuk memadankan kata ganti di bahasa Ibrani dan Arab adalah ‘kami’ kerana ‘kami’ seringkali (dalam bahasa semitik, juga di bahasa Melayu) digunakan untuk merujuk pada orang (tunggal, hanya satu) dengan maksud kesopanan. ‘Kami’ di sini sama sekali tidak bermakna ‘lebih dari satu’.

Qs.21 Anbiyaa: 25. Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahawasanya tidak ada Tuhan melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku".

Kata KAMI digunakan saat Allah mewahyukan dengan perantara Malaikat Jibril, & kata AKU digunakan sebagai perintah menyembah Allah saja.

Orang Arab sendiri akan terpingkal-pingkal kalau melihat cara orang Melayu berusaha menyesatkan orang lain melalui logika aneh bin ajaib seperti ini, yaitu mengatakan Allah itu banyak hanya lantaran di al-Quran Allah seringkali menggunakan kata ganti kami (nahnu). Betapa kerdilnya logika yang dikembangkan, niatnya hanya nak bajet tahu dengan bahasa Arab, sementara orang Arab sendiri mafhum bahwa bahasa mereka istimewa, bahasa yang tertua di dunia.

Tidak semua kata nahnu (kami) selalu bererti pelakunya banyak. Memang benar secara umum kata nahnu menunjukkan jumlah yang banyak, tetapi orang yang bodoh dengan bahasa arab terkecoh besar dengan ungkapan ini. Sebenarnya kata kami tidak selalu menunjukkan jumlah yang banyak, tetapi juga menunjukkan kebesaran orang yang menggunakannya.
Misalnya, seorang presiden dari negara Arab mengatakan begini, "Kami menyampaikan salam kepada kalian", apakah berarti jumlah presiden negara itu ada lima orang? Tentu saja tidak. Sebab kata "kami" yang digunakannya menggambarkan kebesaran negara dan bangsanya, bukan menunjukkan jumlah presidennya.

Tukang beca di pinggir jalan pun tahu bahwa yang namanya presiden di semua negara pastilah jumlahnya cuma satu, tidak mungkin ada lima. Hanya orang bodoh saja yang mengatakan presiden ada lima. Dan hanya orang bodoh tak pernah sekolah saja yang mengatakan bahwa Allah itu ada banyak, hanya disebabkan Dia menyebut dirinya dengan lafaz KAMI.

Wallahu ‘alam

Saturday, 3 March 2012

Percakapan Seorang Ayah Kepada Anaknya

Seorang anak bertanya kepada ayahnya :
"Ayah temanku membiarkan nyamuk menggigit tangannya sampai kenyang agar nyamuk itu tdk menggigit anaknya. Apakah ayah juga akan melakukan hal yang sama?".


Sang Ayah tertawa "Tidak nak, ayah akan memasangkan kelambu agar nyamuk tidak dapat menggigit sesiapapun".

"Oh ya, aku juga membaca tentang seorang ayah yang rela tidak makan supaya anak-anaknya dapat makan kenyang. Adakah ayah akan melakukan hal yang sama?", si anak kembali bertanya.

Dengan tegas sang ayah menjawab: "Ayah akan terus bekerja keras mencari rezeki yang - H A L A L - agar kita semua dapat makan kenyang."

Sang anak tersenyum... Dan berkata:
"Terima kasih... Aku dapat selalu bersandar padamu ayah.."

Sambil memeluk dan mengusap rambut sang anak, si ayah berkata:
"Tidak Nak..!! Tapi aku akan mengajarimu ilmu agama dan ilmu dunia untuk berdiri kukuh di atas kakimu sendiri, agar kau tidak jatuh tersungkur ketika aku dan ibu terpaksa pergi meninggalkanmu saat tetamu terakhir Malaikat menjemput. Dan agar di luar acara kesibukanmu, kau tetap menjadi anak soleh, melakukan perjuangan yang membanggakan ayah dan ibumu di liang kubur."